web log free
Deposito di Bank Syariah

Perbandingan Deposito Konvensional dengan Deposito di Bank Syariah

Dengan jumlah penduduk mayoritas muslim, perkembangan produk perbankan berbasis syariah Islam di Indonesia amatlah pesat. Beragam produk syariah yang semakin hari semakin menarik minat masyarakat/nasabah, termasuk salah satunya deposito di bank syariah.

Meskipun begitu, masih banyak masyarakat luas yang belum memiliki pengetahuan lebih tentang apa itu deposito di bank syariah. Apakah berbeda dengan deposito konvensional? Poin-poin apa sajakah yang berbeda? Lebih untung yang mana? Dan lain sebagainya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini:

Hasil gambar untuk Perbandingan Deposito Konvensional dengan Deposito di Bank Syariah

Secara umum, deposito syariah dijalankan mirip dengan deposito konvensional selama ini. Dana hanya dapat ditarik kembali dalam kurun waktu tertentu. Tidak bisa sewaktu-waktu seperti halnya dana tabungan. Pemberlakuan akad syariah yang kemudian lantas menjadi pembedanya.

1. Sistem yang Dipakai

Sesuai dengan namanya, maka sistem deposito syariah sudah dipastikan dijalankan dengan sistem syariah, yang sesuai fatwa dewan syariah. Sedangkan deposito konvensional, bersandar pada sistem aturan undang-undang perbankan.

Imbas dari perbedaan sistem ini adalah perbedaan tata cara dan perhitungan jumlah hasil deposito yang dijalankan.

 2. Imbal Hasil (Bunga) dan Faktor Risiko

Nasabah deposito syariah akan mendapatkan hasil investasi dalam bentuk bagi hasil. Dengan kata lain, hasil investasi bagi hasil ini sangat dipengaruhi oleh kinerja investasi bank di pasar. Termasuk risiko-risikonya. Jika pasar memberikon respon baik dan positif, maka investasi juga akan berdampak positif. Sebaliknya, jika kinerja investasi rendah, maka hasil yang didapat juga ikut menurun.

Sedangkan dalam deposito konvensional, imbal hasil sudah ditetapkan besarannya sejak awal, dan bersifat tetap. Biasanya dalam bentuk persentase bunga. Dan tidak akan terpengaruh dengan risiko fluktuatif pasar (stabil).

3. Tata Cara Pengelolaan Dana (Investasi)

Kedua bentuk deposito ini, memiliki tata cara yang mirip dalam hal kelola dana investasi. Pembedanyah hanya pada pemilihan jenis investasi dan penggunaan instrumen-instrumen investasi oleh bank pengelola.

Deposito syariah mewajibkan investasi pada perusahaan atau instrumen yang sesuai hukum syariah. Tidak memilih pembiayaan terhadap usaha-usaha yang bertentangan dengan kaidah syariah, seperti kegiatan gharar, maisir, dan riba. Dengan begitu, nasabah deposito syariah mendapat jaminan halal atas hasil investasinya.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan deposito konvensional. Bank bebas menggunakan instrumen investasi apapun, selama tetap dalam koridor peraturan pemerintah dan undang-undang, serta menguntungkan.

4. Beban Penalti

Beban penalti adalah beban/biaya yang timbul ketika nasabah deposito menarik dananya sebelum waktu jatuh tempo tiba. Dalam deposito syariah, biaya ini tidak ada. Nasabah deposito syariah yang menarik dananya sebelum masa jatuh temponya tiba, hanya dikenakan biaya administrasi pencairan dana deposito yang nilainya sudah disepakati di awal.

 Lain halnya dengan deposito konvensional. Pada deposito konvensional, terdapat sejumlah persentase penalti yang dibebankan pada nasabahnya. Biasanya dalam kisaran 0,5% sampai dengan 2%.

Cukup memiliki banyak perbedaan, bukan? Meskipun begitu, deposito di bank syariah dan deposito konvensional mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihan tetap ada di tangan Anda.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *